Maksimalkan Program SADARI, FOI Jalin Kerjasama dengan Dinkes Kab. Magelang

Maksimalkan Program SADARI, FOI Jalin Kerjasama dengan Dinkes Kab. Magelang

Maksimalkan Program SADARI, FOI Jalin Kerjasama dengan Dinkes Kab. Magelang

Magelang, 3 April 2018,- Foodbank of Indonesia (FOI), sebuah lembaga masyarakat dalam bidang pangan yang focus membantu dan mendampingi masyarakat yang kelaparan dan kurang gizi, hari ini melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Kerjasama ini dilakukan untuk membangun kerjasama antara Pemerintah dengan Lembaga Masyarakat dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s) perihal bidang pangan dan gizi melalui program-program terintegrasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.  Dengan misi mengakhiri kelaparan dan meningkatkan gizi pada anak, maka upaya preventif yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan  program Sayap Dari Ibu (SADARI). Program ini telah diselenggarakan FOI di beberapa daerah untuk mencegah stunting (kekerdilan).

Gizi sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Anak yang kurang gizi akan tumbuh lebih pendek. Anak-anak yang kurang gizi juga mengalami kelambatan pertumbuhan otak maupun perkembangan kognitif, yang berdampak terhadap keberhasilan pendidikan formal di sekolah, dan tentunya mengakibatkan rendahnya kualitas hidup.Menurut pakar nutrisi Fasri Jalal, lebih dari sepertiga anak-anak Indonesia mengalami stunting, menempatkan negeri ini di posisi kelima stunting dunia dan diperkirakan gagal mengatasi masalah ini hingga tahun 2030 sesuai yang diamanatkan pada SDG’s no. 2.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang pada tahun 2016 menyebutkan bahwa sebanyak 142 kasus anak mengalami gizi buruk di beberapa wilayah Magelang. Kasus gizi kurang ini ditentukan melalui perhitungan berat badan dibagi umur (BB/U). Berdasarkan perhitungan ini, berat badan yang tidakmencapai 66% dari umur termasuk gizi sangat kurang. Masalah gizi kurang ini disebabkan oleh pola makan tidak seimbang dan penyakit. Memperbaiki pola makan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya masalah gizi.

Sebagai upaya untuk menghindari penyakit akibat pola makan yang tidak sehat, diperlukan suatu pedoman bagi individu, keluarga, masyarakat tentang pola makan yang sehat. Maka sangat penting untuk menjaga gizi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir atau saat 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

FOI menginisiasi program Sayap Dari Ibu (SADARI), yaitu sebuah program holistik berupa intervensi pangan balita usia 2-5 tahun yang kurang gizi, ibu hamil dan ibu menyusui disertai edukasi mengenai pangan untuk orangtua dan relawan agar kelakanak-anak dapat memiliki sayap untuk terbang tinggi menggapai cita-cita. Dalam pelaksanaannya program ini akan dibantu oleh Dinas Kesehatan Kab. Magelang, Puskesmas dan Kader Posyandu dalam pengolahan pangan dan pengukuran status gizi.

Persoalan gizi masih menjadi agenda penting bagi bangsa ini.Maka penting untuk membentuk pola hidup sehat pada anak. “Anak-anak adalah mentari-mentari bangsa yang menentukan masa depan negara kita. Pembentukan pola hidup sehat pada anak juga harus melibatkan keluarga, karena keluarga pemberi pengaruh paling kuat pada anak,” ujar pendiri FOI, Hendro Utomo.

Program SADARI yang telahdilaksanakan di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang selama 6 bulan, mencapai keberhasilan dengan hasil positif yaitu sekitar 70% anak peserta program mengalami kenaikan berat badan dan peningkatan status gizi. Selain itu, berkurangnya jumlah BGM (Bawah Garis Merah) dan meningkatnya jumlah anak di garis hijau dan hijau terang. Di tahun 2018 ini, program SADARI akan menjangkau wilayah Grabak dan Ngablak untuk membantu menolong balita BGM (Bawah Garis Merah) yang didukung oleh relawan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang berharap program ini dapat menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Magelang.“Harapannya, semoga program kerjasama dapat berjalan dengan baik dan dapat menjangkau 21 Kecamatan dan 29 Puskesmas yang ada di Magelang.Tujuannya agar balita mengalami peningkatan gizi dengan baik, serta meningkatkan kesadaran para orang tua betapa pentingnya gizi bagi tumbuh dan kembang anak” ujarnya.

2018-10-18T08:24:56+00:00