Festival Ibu dan Buah Hati 2018, Ajak Masyarakat Peduli Perempuan dan Hak Anak

Festival Ibu dan Buah Hati 2018, Ajak Masyarakat Peduli Perempuan dan Hak Anak

Intermark, Tangerang Selatan – Festival Ibu&Buah Hati 2018 merupakan salah satu acara yang diusung oleh Komunitas Cerita Ibu Cerdas (CIC) yang berdiri pada 2017. Acara ini bermula dari rangkaian Fun Group Discussion (FGD) yang setiap bulannya diadakan untuk memberikan informasi yang tepat guna kepada para public figure, informasi tersebut kemudian dibagikan ke masyarakat luas dengan penggunaan akun media sosial para anggota CIC. Komunitas ini memiliki 65 anggota yang merupakan para artis yang telah menjadi ibu muda dengan anak usia 0-7 tahun.

 

Dari rangkaian FGD itulah, Komunitas Cerita Ibu Cerdas mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, terutama calon orang tua dan orang tua muda. Tingginya animo masyarakat akan kebutuhan informasi mengenai ilmu parenting, informasi kesehatan keluarga yang baik dan benar, serta produk yang ramah ibu dan anak membuat acara Festival Ibu&Buah Hati 2018 dapat dilaksanakan dengan berbagai macam dukungan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pelaku bisnis, serta masyarakat.

 

Saya melihat ketertarikan masyarakat terhadap isu ibu dan anak yang tinggi, bersama rekan-rekan di Komunitas CIC kemudian mengajukan hal ini ke beberapa instansi pemerintah, yakni Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk perijinan dan administrasi, lalu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang memberikan dukungan terutama mengangkat isu untuk memberikan hak untuk anak, terutama stop kekerasan terhadap anak. Sebelumnya CIC juga pernah bekerja sama dengan KPPPA dalam rangka isu yang erat kaitannya dengan anak,” ungkap Fairus Faisal, Ketua CIC, yang biasa dipanggil Iloet dalam konfrensi pers (05/05/2018).

 

Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA RI, Lenny N. Rosalin mengungkapkan bahwa saat ini upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 sedang dilakukan. Tingginya angka kekerasan terhadap anak termasuk didalamnya pelecehan seksual di Indonesia menjadi perhatian pemerintah dan banyak pihak. “Untuk itu, upaya-upaya tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan serta terpenuhi haknya secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat, pemerintah, media dan dunia usaha,” lanjut Lenny.

 

Terpilihnya Tangerang Selatan untuk penyelenggaraan acara ini dikarenakan Tangerang Selatan merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, memiliki program-program untuk anak dan juga kesetaraan gender pada wanita, terutama kaum ibu. Selain itu, banyaknya artis anggota KCIC yang juga berdomisili di Tangerang Selatan seperti Bintaro, BSD, Ciputat, dan Pamulang.

 

 

Wakil Walikota Tangerang Selatan, Drs. Benyamin Davnie, berkata,”Kami sangat senang acara seperti ini menjadi bagian dari Kota berkembang Tangerang Selatan. Kami pun akan merencanakan acara seperti ini akan menjadi agenda tahunan kami di Tangerang Selatan. Dengan acara seperti ini, kami berharap warga Tangerang Selatan semakin paham tentang isu-isu yang tepat guna bagi Ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya.” Benyamin juga mengingatkan agar para warga dengan anak di bawah usia 17 tahun dapat memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), yang kini sedang digiatkan oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

2018-10-18T08:36:37+00:00