Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Gelar Press Trip Kota Layak Anak (KLA) 2019

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Gelar Press Trip Kota Layak Anak (KLA) 2019

Image result for press trip kota layak anak 2019

Kota Semarang, 15 September 2019- Dalam rangka mewujudkan Indonesia Layak  Anak (IDOLA) 2030, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Press Trip 2019 dengan tema “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak”. Press Trip 2019 diselenggarakan di tiga tempat yakni Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Deputi Menteri PPP Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin. Press Trip 2019 yang berlangsung dari tanggal 15-21 September 2019 ini bertujuan untuk meningkatkan awareness seluruh pemangku kepentingan dalam pemenuhan hak dan perlindungan khusus.

Mengacu pada Konvensi Hak Anak (KHA) yang telah diratifikasi Pemerintah Indonesia pada tahun 1990 serta berbagai peraturan perundang-undangan terkait anak, KLA merupakan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Lenny mengungkapkan, “Untuk mencapai KLA setiap kabupaten/kota wajib memenuhi 24 indikator yang terdiri dari kelembagaan dan lima klaster yaitu hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan dan pemanfaatan waktu luang; dan perlindungan khusus. Setiap klaster memiliki indikatorindikator kunci dimana setiap daerah memiliki keunikan dan inovasi dari indikator yang ada dalam KLA”.  5 klaster KHA yang terdapat dalam KLA diterjemahkan ke dalam program-program prioritas di setiap klasternya. Klaster I yaitu hak sipil dan kebebasan memiliki program prioritas antara lain  percepatan kepemilikan akta, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Telepon Sahabat Anak Indonesia (TeSA 129), dan Forum Anak (FA) sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) serta FA dalam perencanaan pembangunan. Klaster II yaitu lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif memiliki program prioritas antara lain Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang terstandardisasi dan tersertifikasi, pengasuhan berbasis hak anak, Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD-HI) dan pencegahan perkawinan anak. Klaster III yaitu kesehatan dasar dan kesejahteraan memiliki program prioritas seperti Pelayanan Ramah Anak di fasilitas kesehatan, terutama di Puskesmas (PRAP) dan Kampung Anak Sejahtera. Klaster IV yaitu pendidikan dan pemanfaatan waktu luang memiliki program prioritas seperti wajib belajar 12 tahun, pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA), dan Pusat Kreativitas Anak (PKA). Klaster V yaitu perlindungan khusus dengan program pencegahan dan penanganan bagi 15 kategori anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK). Adapun program-program prioritas KLA yang dirancang tersebut selalu mempertimbangkan alokasi waktu anak dan lokus dimana anak berada. “Perlindungan Anak harus dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Program selalu kami design dengan memperhatikan kebutuhan anak, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan ruang publik” ujar Lenny.

Image result for press trip kota layak anak 2019

Dalam implementasinya, KLA dapat dimulai dari berbagai macam tingkatan wilayah seperti dimulai dari RT, RW, kelurahan/desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota. Lebih lanjut lagi, semenjak dikeluarkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta adanya pemberian dana desa, maka pemerintah desa dapat dengan mudah mengimplementasikan sistem pembangunan hak anak tersebut dalam bentuk Desa Layak Anak (DeLA). “Dengan adanya UU Desa, maka pemerintah desa mampu merancang program-program berbasis hak anak dan mewujudkan DeLA. Jika setiap desa sudah menjadi layak anak, maka kabupaten pun bisa menjadi layak anak”, ujar Lenny.

Ditunjuknya tiga kabupaten/kota yaitu Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan menjadi lokasi KLA Press Trip Tahun 2019 yaitu karena ketiga kabupaten/kota tersebut telah mendapatkan penghargaan KLA kategori Nindya yang diberikan pada saat Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN), 23 Juli 2019 di Makassar. “Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih karena ketiganya memiliki kemajuan yang cukup signifikan dan inovasi-inovasi demi mewujudkan KLA” ujar Lenny.

Kegiatan KLA Press Trip Tahun 2019 diharapkan mampu menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat terkait KLA sehingga tingkat kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap anak dapat meningkat di masyarakat.

 

2020-03-11T06:08:09+00:00